• Dalam zona kampus, ada  Tridharma Perguruan Tinggi. Sesuai judulnya, Tridharma, ada 3 poin penyusunnya. Ketiga poin tersebut adalah:

    1. Pendidikan dan Pengajaran
    2. Penelitian
    3. Pengabdian kepada Masyarakat.

    Dua poin pertama bisa kita dapatkan di lingkungan kampus. Pendidikan dan pengajaran, bisa didapat di bangku kuliah. Memang benar, di dalam perkuliahan tidak hanya mata kuliah dan ilmu khusus yang didapat. Di sela perkuliahan dosen juga memberi pendidikan, baik itu dari pengalamannya selama kuliah, maupun pengalaman bersama teman-teman seperjuangan di masanya dulu, termasuk pengalaman pasca sarjana. Dalam hal penelitian, kita bisa join dengan penelitian dosen, baik itu skala Lab, maupun praktek lapangan. Nah, poin ke-3, tidak semua orang bisa mendapatkannya.

    Pengabdian kepada masyarakat diwujudkan dengan pengalaman real. Berada dalam masyarakat, merasakan kehidupan yang sebenarnya. Pasalnya, sesudah kuliah kita akan menemui dan hidup dalam dunia yang sebenarnya, yaitu dunia masyarakat. Bukan dunia kampus. Dunia kampus adalah salah satu tahap menuju dunia nyata.

    Apa itu PPMBR?

    Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset (PPMBR) adalah sebuah wadah untuk mewujudkan poin ke-3 dari Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian pada Masyarakat. PPMBR bukanlah organisasi, bukan departemen, bukan lembaga, bersifat non-profit dan non-government. PPMBR adalah asosiasi mahasiswa yang peduli dengan perbaikan, terutama pengembangan pedesaan. PPMBR diinisiasi oleh seorang mahasiswa Teknik Fisika UGM ’09, Afwan Wali Hamim, selanjutnya diketuai oleh Akhmad Aji Wijayanto, Teknik Fisika ’10.

    Apa yang dilakukan di PPMBR?

    Di PPMBR, sekumpulan mahasiswa ini melakukan apa yang perlu dilakukan, berbuat apa yang bisa dibuat, dan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki. Intinya, “Just Do It!” Kegiatannya dimulai dengan sebuah survei, yaitu bulan Mei 2012, bertempat di Pangpajung, Modung, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Kenapa di madura? Pertama, area penelitian kampus UGM sudah banyak di Jawa Tengah dan Yogya. Kedua, inisiatornya sendiri berasal dari Madura.

    Oke, back to topic. Dari survei, kita mendapat data, kita mendapat gambaran keadaan di sana. Dari sinilah kita tahu apa yang bisa dilakukan, dan apa potensi daerah tersebut (baca:hosting place).  Di Madura sendiri ada banyak hal yang dapat kita perbuat. Potensi terbesarnya adalah biogas dari limbah peternakan sapi. Jumlah penduduk di Pangpajung sekitar 3.000 orang, penduduk yang bertani sekitar 830 orang, dan penduduk yang beternak sekitar 542 orang. Di sana hampir setiap rumah punya sapi. Limbah dari peternakan sapi inilah yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Untuk apa biogas? Selanjutnya biogas ini dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga. Ya, pengganti LPG (Liquid Petroleum Gas). Dalam skala besar bisa dipakai sebagai bahan bakar diesel untuk pembangkit tenaga listrik.

    Selain biogas, ada agenda lain yang dilakukan di sana. Agenda tersebut adalah pembuatan perpustakaan, riset geografi, pertanian dan peternakan (kemungkinan akan bertambah). Perpustakaan diinisiasi karena belum ada perpustakaan umum yang bisa diakses oleh masyarakat. Geografi membuat peta baru yang sesuai dengan keadaaan Pangpajung sekarang, pertanian dan peternakan men-develop pertanian organik terintegrasi (Integrated Farming).

    Jadi, pada edisi ini ada 4 Fakultas dan 1 Sekolah Vokasi, Keempat Fakultas tersebut adalah Teknik, Geografi, Pertanian dan Peternakan. Awalnya perwakilan dari masing-masing KSF (Kelompok Studi Fakultas), yaitu LPKTA, GSC, KAB, dan FOSMAPET, serta HIMADIKA dari Vokasi. Selain itu PPMBR juga terbuka untuk mahasiswa non-KSF.

    Kapan Bergerak? Bagaimana melakukannya?

    Tim PPMBR berangkat ke Madura pada liburan semester. Bisa semester ganjil atauun semester genap. Setelah survei pertama 16-20 Mei 2012, Tim PPMBR sudah berangkat untuk sesi #2 pada 23-27 Januari 2013 edisi aplikasi. Jadi, data mentah yang didapat disana dibawa ke Jogja, dibantu oleh ahlinya, lalul diaplikasikan lagi di Madura.Keren bukan??

    Main Goal yang ingin diwujudkan melalui PPMBR ini adalah Desa Mandiri Energi. Seperti yang kita ketahui, Indonesia sangat potensial untuk mewujudkan desa mandiri energi. Masalahnya apa? Apakah kita siap dan sanggup, bergerak untuk mewujudkan tiga kata ini? Desa Mandiri Energi.

    Tidak hanya itu. Disana kita juga dapat kawan-kawan baru, seperti keluarga baru. Orangnya welcome. Alam di sana juga bagus, jauh dari kebisingan perkotaan. Kalau pagi bisa melihat sunrise, dan di senja hari kita bisa melihat sunset. Acara ini dilakukan karena benar-benar niat. Tidak ada paksaan, tidak ada keharusan. Pengalaman yang didapat selama di sana tak bisa dilupakan. Benar-benar seperti KKN.PPMBR masih terus berjalan, dan siapapun yang ingin bergabung, boleh-boleh saja. Satukan visi, perbaiki niat. Kalau semua kampus di Indonesia seperti ini, bisa dibayangkan Indonesia seperti apa???

    Indonesia is waiting for you guys!!

    “Sekali di PPMBR, seumur hidup menginspirasi”

    -Amdela,2013


    Posted by EKA PUTRI AMDELA @ 15:00

    Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


seven − 5 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *